Apa Kabar Bapak?

Halo bapak, selamat sore 

Sudah lama rasanya ga ketemu lewat mimpi

Kemarin bapak ada, dan rasanya masih hidup, tentu bapak bakal hidup dalam lubuk hati

Kenangannya abadi

Bapak, bapak apa kabar di sana?

Rasanya lelah, karena entah mau cerita ke siapa

Bapak

Rasanya aku kembali menjadi anak SD yang cengeng, bahkan lebih cengeng dari rengekanku sewaktu kelas satu.

Makin ke sini makin rapuh

Menanam ekspektasi suatu saat datang orang yang mirip bapak,rumah untuk pulang dan  tempat bertukar cerita

Mengapa sekarang begini?

Rumit oleh perasaannya sendiri

Kenangan tentang orang-orang juga membuat sesak ketika merindu

Tapi hidup itu banyak yang perlu diikhlaskan, meski terasa mengiris padahal tidak terluka secara fisik

Bapak, maaf jarang pergi ke makam

Masih sibuk bergelut dengan hal-hal yang kurang perlu sebenarnya

Bapak, sebenarnya kenangan indah itu paradoks kan ya? Merindukan ingatannya dan membandingkan dengan keadaan sekarang terlalu menyiksa

Bapak, aku rindu punggung bapak

Kumis dan sisa cukuran jenggot di dagu bapak yang selalu terasa geli, bahkan bau rokok bapak

Membaui tas kerja bapak terasa bahagia sekaligus menyedihkan hati

Dewasa rasanya cepat sekali

Rasanya perlu mengabadikan momen paling tulus dalam hidup bukan? Dan sialnya orangnya akan abadi di sanubari

Perasaan-perasaan seperti ini tak perlu meminta “harap kembali” kan ya pak?

Dan semoga aku bukan orang yang naif, atau merasa bodoh karna pernah tulus dan jujur dengan isi hati

Bapak, kali ini aku mengutarakan harap, harap suatu saat ke tempat yang kutahu dari bapak atau kembali nostalgia ke tempat bapak dulu mengajar.

Sangiran.

Entah kapan, dan semoga sempat dalam masa hidupku yang tenggatnya selalu menjadi misteri.

Membaui setiap kenangan, mengagungkan perasaan untuk beberapa saat, membuat yang biasa menjadi istimewa bagiku. Untukku.

Aku masih perlu banyak-banyak belajar.

Dan semoga Tuhan selalu membimbingku di setiap jalan.

Kamarku, 10 Mei 2024

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer