Masih Jaman Ngeblog?
Tulisan ini dibuat semata-mata karena keresahan sendiri. Nulis, mencurahkan keresahan di blog pribadi. Masih jaman kah? Mungkin emang udah ga jaman ngeblog, orang-orang juga malas ngeklik link. Mereka lebih suka hal yang langsung bisa diliat di sosmed yang mereka buka. Tulisan-tulisan semacam thread di twitter dan postingan kata-kata berupa grafik gambar di Instagram lebih menarik untuk diliat. Tapi ada positifnya juga si, saya sebagai penyalur keresahan diri sendiri bisa lebih bebas dalam berkeluh kesah karena sedikit orang yang liat ga beda jauh sama akun alter sosmed atau akun fake si cuman lebih keren dilihat saja, walau kadang masih suka bagi link blog mana tau ada yang iseng (buat nambah viewer juga).
Pencitraan lewat blog juga salah satu cara
saya biar ada yang bisa ditunjukin, kata Kiekengard tentang filsafat
eksistensialism kan sebagai manusia harus eksis. Terlebih bahasa tulis membuat
kita memiliki jejak sejarah tersendiri. Menulis untuk diri sendiri biar dibaca
di masa depan boleh lah.
Keliatan wah juga kalau punya blog,
padahal tinggal bikin akun blogger. Pas pertama kali ngeblog, rasanya udah kaya
Web developer saja, padahal jelas beda dan jauh banget. Maafin saya yang kebanyakan
menghayal ini. Kebanyakan postingan blog
tentang mencari arti dan makna, agak blunder si sebenernya karna terpengaruh
bacaan juga. So far tujuan nulis juga buat diri sendiri. Sedihnya buat
mengakhiri sesuatu yang dimulai agak sulit, project bikin novel yang ecek-ecek
saja belum tamat-tamat. Padahal klise sekali ceritanya mirip ftv esceteve jaman
baheula dan banyak tidak nyambungnya. Ya sudahlah, namanya juga manusia.
Sedang diajari self love oleh saudara,
meski sebenarnya sudah self love dari dulu.
Komentar
Posting Komentar