Menerjemahkan bahasa alam
Langit malam hari ini sangat
menggoda, bulannya terang benderang, bintang-bintang terlihat menghiasi
angkasa. Mungkin itu sebabnya manusia
mencari jalan menguak tabir alam semesta.
Seperti seseorang yang
jatuh cinta, mereka melakukan usaha untuk mendalami sisi orang yang menarik
perhatiannya. Begitulah semesta, bagaimana tidak langit yang sangat indah di
malam hari punya daya magis dalam meningkatkan suasana hati seseorang setelah
hari-hari berat yang dilaluinya.
Katanya ilmu pengetahuan
itu mempermudah tapi di lain sisi juga menjauhkan manusia dari bersikap
alamiah, sesuai alam. Banyak problem baru yang timbul dan dikatakan problem
modern karena persoalan tersebut tidak ada pada zaman dahulu, padahal zaman
dahulu juga tidak kalah canggih, cuma dengan pendekatan yang berbeda-beda,
misal firaun atau bahkan ilmu titen orang jawa kuno.
Semua ada pada pemikiran
manusia yang berpikir tentang alam, memahami gejalanya dan menuangkannya ke
bentuk lain. sains pun menuangkan cara alam hidup ke sebuah persamaan
matematis.
Katanya semua itu teratur, karena yang tidak teratur pun ada dan
terpelihara untuk tidak teratur. Secara sederhananya ketidak teraturan diatur
supaya tidak teratur, sehingga sama saja diatur.
Semuanya muncul dari
logika berpikir, jangan anggap semua filsafat itu tokoh-tokohnya cuma socrates,
aristoteles dan nama-nama lain yang berbau latin. toh kekritisan berpikir juga
ada pada banyak orang, nabi-nabi mereka semua termasuk filsuf. Ki hajar
dewantara, Dewi Sartika, R.a Kartini mereka selain pahlawan pendidikan,
pemikiran mereka juga menghasilkan filsafat pendidikan.
Menerjemahkan bahasa
alam, yang kadang manusia makin jauh degan sifat alam.
Komentar
Posting Komentar