tarawih dan begitu
Badanku tepar sejak jam 13.00 siang tadi. memaksakan diri bagun di jam 17.00 sampai sekarang.
Puasa yang nikmat, walau aku harus tergeletak karena UKK. Biasa, sistem SKS selalu jadi penyebab orang meler. Hari ini telah ku lalui pelajaran menghitung masa lalu, untungnya aku bisa menghitung tapi sejarahnya entah apa.
Sampai aku tak ikut tarawih dan ibuku pulang. gembiranya Ibu membawa cerita mengesankan dan membuat bibirku tersungging lebar ke atas.
Anak kecil ini (panggil saja Juno) pergi bersama bapaknya ke surau. Duduk di shaf terakhir laki-laki. Semuanya normal, mulai dari sholat Isya sampai rakaat tarawih yang keempat.
"Allahu Akbar" Imam memulai rakaat kelima.
Ruku, I'tidal lalu sujud. Rakaat keenam, rukuk, i'tidal, sujud dan tahiyat.
"Preet..." suara yang menimbulkam reaksi beragam seperti mata yang menyernyit atau gigi meringis itu pecah. tapi Imam mengabaikannya dan melanjutkan Salam.
Sesaat setelah itu, entah hidung siapa yang lebih cepat responnya. Bau semerbak yang khas tercium.
"Tadi siapa?" semua tahu maksud perkataan ini.
Ayah Juno peka, bau itu terasa lebih pekat di sampingnya. Menengok dan akhirnya melongo.
"Juno?"
Cairan kuning encer itu membasahi karpet. menyebabkan tawa yang khas di beberapa shaf. Muka Juno memerah, ia terpaksa pulang bersama Ayahnya tanpa menyelesaikan tarawih.
Semua kembali diam, karpet pun digulung dan dipindah ke luar.
Begitu cerita Ibu, dan ia bilang itu salah satu penyebab tarawih di surau lebih lambat dari pada di mushola RT sebelah.
Ya, tarawih dan cerita yang begitu.
#tarawih
#Juno
Puasa yang nikmat, walau aku harus tergeletak karena UKK. Biasa, sistem SKS selalu jadi penyebab orang meler. Hari ini telah ku lalui pelajaran menghitung masa lalu, untungnya aku bisa menghitung tapi sejarahnya entah apa.
Sampai aku tak ikut tarawih dan ibuku pulang. gembiranya Ibu membawa cerita mengesankan dan membuat bibirku tersungging lebar ke atas.
Anak kecil ini (panggil saja Juno) pergi bersama bapaknya ke surau. Duduk di shaf terakhir laki-laki. Semuanya normal, mulai dari sholat Isya sampai rakaat tarawih yang keempat.
"Allahu Akbar" Imam memulai rakaat kelima.
Ruku, I'tidal lalu sujud. Rakaat keenam, rukuk, i'tidal, sujud dan tahiyat.
"Preet..." suara yang menimbulkam reaksi beragam seperti mata yang menyernyit atau gigi meringis itu pecah. tapi Imam mengabaikannya dan melanjutkan Salam.
Sesaat setelah itu, entah hidung siapa yang lebih cepat responnya. Bau semerbak yang khas tercium.
"Tadi siapa?" semua tahu maksud perkataan ini.
Ayah Juno peka, bau itu terasa lebih pekat di sampingnya. Menengok dan akhirnya melongo.
"Juno?"
Cairan kuning encer itu membasahi karpet. menyebabkan tawa yang khas di beberapa shaf. Muka Juno memerah, ia terpaksa pulang bersama Ayahnya tanpa menyelesaikan tarawih.
Semua kembali diam, karpet pun digulung dan dipindah ke luar.
Begitu cerita Ibu, dan ia bilang itu salah satu penyebab tarawih di surau lebih lambat dari pada di mushola RT sebelah.
Ya, tarawih dan cerita yang begitu.
#tarawih
#Juno
Komentar
Posting Komentar