Negeri di Bawah Kasur (Menaiki Tangga Mimpi)




Mengantuk.
aku tak sadar berapa baris yang telah ku tulis dalam bukuku. rasanya tak berguna aku memiliki buku kalau hanya mengejar materi dengan sistem kebut sejam. Namun, akhirnya masa bodohlah aku dengan buku. Kini, kantuk lebih dominan dalam gravitasi alam bawah sadarku.

terbayang-bayang raut wajah manusia hidung mancung bermata belo yang aku suka. Sawo matang, dan tinggi.
semua orang bebas menghayal apapun dalan mimpinya, temasuk berutopia jalan-jalan ke Bali bersama Doi.

Negeri di bawah kasur itu negerinya para serangga, dan kadang penduduknya mengusikku. Menjadikan bentol-bentol lah, bau anehlah, itu biasa.

"Ayo pegang tanganku." My Romeo berteriak kepadaku. Ini mungkin luciddream yang disengajakan. aku sadar, dan bibirku tersungging puas.

"My Romeo, aku tak kuat naik tangga sepanjang itu." mataku sarat dengan rayuan, kode-kodean walau dalam negeri kapuk.

My Romeo memelukku, mengangkat badan langsingku. Kami saling bertatapan, memandangi rupa masing-masing.

"Oh, Romeoku..." hatiku mendesah.


"Cetar..."

Sial, bunyi apa ini. Bukankah Romeoku belum selesai membawaku ke awan?

Aku terbangun dan mendapati Ilham ada di depanku dengan piring pecah dan sekantong semut tergeletak di samping kakinya.

Oh, My Romeo...


#Ilham
#NegeridiBawahKasur
#Tanggaawan

Komentar

Postingan Populer