Melongo di Atas Aspal
https://goo.gl/images/wxnuC8
Puasa hari kedua.
Sore itu Rian main ke rumah sahabatnya, Yudha. Tujuan awal Rian adalah main PS yang lama kelamaan dibumbui obrolan tidak jelas, mulai dari masalah Bola, Juventus, Futsal sampai prahara tentang cewek. Waktu tanpa terasa berjalan amat cepat, tetangga sebelah rumah Yudha telah siap dengan sarung lurik dan sajadah di pundak. Bapak Yudha pun cepat cepat mengekor di belakang.
"Bro, udah jam setengah enam aja." Rian melirik jam dinding bundar di atas pintu lalu menyilangkan kaki.
"Iya, gak kerasa ya, padahal baru aja megang stick."
"Loe buka di sini aja Bro, gimana?" Yudha menanggalkan stick PSnya, berdiri dan berjalan ke depan.
"Oke."
singkatnya berbuka ala Rian dan Yudha sederhana, di warteg dekat situ. Rian ditraktir Yudha makan ayam geprek. Mengenyangkan dan surgawi(gratis)
"Aaagh..." Rian bersendawa setelah seteguk es teh manis ia tenggak.
"Kenyang Bro?"
"Bro, sekalian Sholat Maghrib di sini ya?" Yudha menyeruput teh anget miliknya.
"Gak lah bro, masih keburu sampai rumah."
"Serius?" satu seruputan lagi. Yudha dan gelasnya
"Iya, makanya ini gua pulang ya, pamit sama bapakmu yang lagi di mushola." izin Rian.
"Ya udah Bro, ati-ati."
Motor Rian keluar dari gang rumah Yudha, bermanuver ke kanan dan ke kiri. Rian menyanyi dalam hati, joget-joget menyantaikan diri.
"I've become so numb..." Rian memainkam jempol kakinya.
Beberapa Ruko dan satu lampu merah ia lewati, lagu yang Rian nyanyikan juga makin ekspresif. Polahnya menjadi, sampai ia lupa lirik di bagian verse kedua.
"Apa ya?"
Pandangan Rian kabur. Hitam sejenak, tau tau seorang perempuan ada di depannya. berwajah cantik mirip bintang film Merry Riana
"Aaa...."
Insiden itu terjadi, beruntung Rian tak sempat menambrak wanita yang mirip Chelsea Islan itu. Rian justru membanting stir ke kiri, ia jatuh dengan posisi indah. merangkak. Tulang keringnya terluka, tapi tak separah di bagian perut yang beradu tos dengan aspal. Rian termenung, mulai bangkit dan duduk jongkok beberapa saat, ya bukan termenung si lebih tepat ke melongo. beberapa menit,
Ia pun mengabari Yudha.
"Bro, kecelakaan."
"Giamana? gak mati kan?" Yudha menanggapi santai menganggap itu guyonan Rian.
"Serius." Rian pun mengambil foto selfie dirinya untuk ditunjukkan pada Yudha.
"Innalillahi..."
Puasa hari kedua.
Sore itu Rian main ke rumah sahabatnya, Yudha. Tujuan awal Rian adalah main PS yang lama kelamaan dibumbui obrolan tidak jelas, mulai dari masalah Bola, Juventus, Futsal sampai prahara tentang cewek. Waktu tanpa terasa berjalan amat cepat, tetangga sebelah rumah Yudha telah siap dengan sarung lurik dan sajadah di pundak. Bapak Yudha pun cepat cepat mengekor di belakang.
"Bro, udah jam setengah enam aja." Rian melirik jam dinding bundar di atas pintu lalu menyilangkan kaki.
"Iya, gak kerasa ya, padahal baru aja megang stick."
"Loe buka di sini aja Bro, gimana?" Yudha menanggalkan stick PSnya, berdiri dan berjalan ke depan.
"Oke."
singkatnya berbuka ala Rian dan Yudha sederhana, di warteg dekat situ. Rian ditraktir Yudha makan ayam geprek. Mengenyangkan dan surgawi(gratis)
"Aaagh..." Rian bersendawa setelah seteguk es teh manis ia tenggak.
"Kenyang Bro?"
"Bro, sekalian Sholat Maghrib di sini ya?" Yudha menyeruput teh anget miliknya.
"Gak lah bro, masih keburu sampai rumah."
"Serius?" satu seruputan lagi. Yudha dan gelasnya
"Iya, makanya ini gua pulang ya, pamit sama bapakmu yang lagi di mushola." izin Rian.
"Ya udah Bro, ati-ati."
Motor Rian keluar dari gang rumah Yudha, bermanuver ke kanan dan ke kiri. Rian menyanyi dalam hati, joget-joget menyantaikan diri.
"I've become so numb..." Rian memainkam jempol kakinya.
Beberapa Ruko dan satu lampu merah ia lewati, lagu yang Rian nyanyikan juga makin ekspresif. Polahnya menjadi, sampai ia lupa lirik di bagian verse kedua.
"Apa ya?"
Pandangan Rian kabur. Hitam sejenak, tau tau seorang perempuan ada di depannya. berwajah cantik mirip bintang film Merry Riana
"Aaa...."
Insiden itu terjadi, beruntung Rian tak sempat menambrak wanita yang mirip Chelsea Islan itu. Rian justru membanting stir ke kiri, ia jatuh dengan posisi indah. merangkak. Tulang keringnya terluka, tapi tak separah di bagian perut yang beradu tos dengan aspal. Rian termenung, mulai bangkit dan duduk jongkok beberapa saat, ya bukan termenung si lebih tepat ke melongo. beberapa menit,
Ia pun mengabari Yudha.
"Bro, kecelakaan."
"Giamana? gak mati kan?" Yudha menanggapi santai menganggap itu guyonan Rian.
"Serius." Rian pun mengambil foto selfie dirinya untuk ditunjukkan pada Yudha.
"Innalillahi..."

Komentar
Posting Komentar