Genre romance
Kanaya, Raka, Adelia,

UNVOICED


Seutas senyum terus saja muncul dari wajah Kanaya, itu baru kalanya siang tanpa sepi dihatinya. Atmosfer ruangan yang diisi bangku itu juga terasa adem, layaknya bangku yang diduduki anak bernomor absen 23.  Anak bernomor absen 23 “Nirwana Raka Mahendra “ entah ada apa denganya. Semua orang  tahu dia pandai berbakat cerdas gagah serta tampan dan semuanya juga punya pertanyaan yang sama “apakah ada orang sesempurna dirinya?”. Dilihat dari manapun ia tetap elok seperti sebuah pusaka. Dan itulah kenapa seorang Kanaya Cuma bisa tersenyum sendiri menatap ke arah bangku laki-laki sempurna itu, hati Kanaya kini telah diambil.  Sebelum itu, sebenarnya yang bernama Raka tak pernah mangganggu pikiranya separah sekarang. Cinta itu... terjadi tanpa sengaja pada suatu ketika

                “ Kanaya.. Kanya!” seru seseorang dari belakang. Lalu kanaya menengok kearah seseorang itu, dan betapa terkejutnya ia pasal melihat seorang Raka, memanggil namanya, sebelumnya, untuk membayangkan seorang Raka pun, Kanaya tak mampu. sebab ia dengan Raka memang sudah jauh derajatnya.

” Iya... ra.. ka..” jawabnya dengan lembut.” Maaf, ini pulpen kamu jatuh” kata Raka sambil memberikan pulpenya.

Kanaya agak tersipu malu dengan hal itu, mengapa? bagaiman ada seorang cowok sekelas Raka menemuinya Cuma karena Pulpen yang jatuh. Tapi tak disangka itu yang membuat sebuah rasa cinta muncul dalam diri Kanaya”alangkah baiknya seorang raka”.

Di waktu istirahat, Kanaya pelan-pelan mendekati bangku Raka walau sekedar modus dengan pura-pura berbincang dengan Aura dan Reisya.  Sedikit-sedikit kanaya mulai menelisik informasi tentang Raka. Mulai dari gimana Raka sebenarnya dan apa saja yang mereka tahu tentang Raka.

“Raka... dia itu keren sih dan cool aku juga kagum sama dia” kata Aura

 “ iya?? Aku juga ... gimana yah.. dia itu kayak perfect banget !” kata Kanya dengan sedikit keceplosan

 “haha... tapi dia Mantanya Adellia tahu”potong Reisya.

 “ ehh. Bukanya balikan lagi ya??”imbuh Aura sambil memastikanya dengan perkataan Reisya tadi..

“ masa?? Ah.. mereka emang couple kok, udah sama-sama cantik dan ganteng”....


Jleb... itu kata yang tepat untuk menggambarkan Hati Kanaya saat itu bagaimana tidak orang yang ia cintai trnyata telah mencintai orang lain. Dan memang lebih bak Kanaya tak perlumencintai orang yang terlalu perfect untuk dirinya.

Komentar

Postingan Populer